Kesenjangan digital masih lebar
Banyak lembaga publik, pesantren, dan komunitas NU belum memiliki kehadiran dan layanan digital yang layak, sehingga tertinggal dalam informasi dan pelayanan.
خدمةGerakan khidmah santri di era digital
Berkhidmah di pesantren & NU, bergandengan tangan dengan pemerintah, berkolaborasi dengan swasta, dan ikut memberdayakan masyarakat, lewat pesantren vokasi.
Keyakinan kami
Selama lebih dari seabad, Pesantren KH. Syamsuddin Durisawo melahirkan ulama, guru, dan penggerak masyarakat. Hari ini medan khidmah bertambah satu: dunia digital. Kami ingin santri hadir di sana bukan sebagai pengguna, melainkan sebagai pembangun yang membawa nilai pesantren.
Bukan karena tidak ada yang peduli, tetapi karena belum ada yang menghubungkannya.
Banyak lembaga publik, pesantren, dan komunitas NU belum memiliki kehadiran dan layanan digital yang layak, sehingga tertinggal dalam informasi dan pelayanan.
Santri kokoh ilmu dan akhlaknya, namun belum banyak yang dibekali keterampilan teknologi dan pengalaman kerja nyata.
Pesantren, pemerintah, swasta, dan masyarakat bergerak sendiri-sendiri. Belum ada simpul yang mempertemukan.
Lingkar khidmah
Dari pesantren vokasi, santri melangkah ke empat lingkar pengabdian. Pilih salah satu lingkar untuk melihat apa yang kami kerjakan.
Pesantren Vokasi
Lingkar 1 · Berkhidmah
Santri kembali menguatkan rumahnya sendiri. Kami membantu pesantren menata tata kelolanya secara digital, menghidupkan dakwah digital, dan menjadi wadah digital bagi PCNU, MWCNU, ranting, serta seluruh Banom.
Yang kami lakukan
Mesin penggeraknya
Di Pesantren Vokasi KH Syamsuddin, setiap santri menapaki tangga yang sama: menguatkan ilmu dan akhlak, mengasah keterampilan lewat karya nyata, lalu mempersembahkannya untuk umat.
NgajiFondasi
Ilmu dan akhlak sebagai pijakan: kitab, fikih, dan adab pesantren yang diwariskan lebih dari seabad.
BerkaryaKeahlian
Santri belajar teknologi lewat proyek nyata bersama Merbabu Dev, menghasilkan produk digital yang benar-benar dipakai.
NgabdiManfaat
Karya santri memberdayakan komunitas NU, pemerintah, dan masyarakat sampai mandiri, lalu hasilnya kembali menghidupi pesantren.
VisiDraf usulan
Mewujudkan santri yang berdaya di era digital: berkhidmah untuk pesantren dan Nahdlatul Ulama, serta menjadi mitra pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun kemaslahatan umat.
Misi
Mendidik santri berakhlakul karimah dan cakap digital melalui pesantren vokasi.
Berkhidmah menguatkan tata kelola dan dakwah digital pesantren serta Nahdlatul Ulama.
Bergandengan tangan dengan pemerintah mewujudkan tata kelola dan layanan publik yang digital.
Berkolaborasi dengan dunia usaha membuka karya, kerja, dan kemandirian pesantren.
Memberdayakan masyarakat lewat pelatihan dan pendampingan digital.
Nilai
Dampak
6.632+
Penerima manfaat
40+
Santri vokasi
1+
Pesantren & komunitas NU terdampingi
1+
Instansi & mitra pemerintah
5+
Mitra dunia usaha
100+
Warga & UMKM terlatih
Angka diperbarui dari CMS sebelum terbit.
Jejaring khidmah kami
Pusat pengetahuan
Kecerdasan buatan bukan hanya untuk perusahaan besar. Usaha kecil bisa memanfaatkannya untuk menulis konten, menjawab pertanyaan pelanggan, dan merapikan pekerjaan administrasi.
Super Admin··2 menit baca
Teknologi digital bisa menjadi sarana khidmah: merapikan data jamaah dan kegiatan, memperluas dakwah, serta membantu UMKM warga Nahdliyin menjangkau pembeli yang lebih luas.
Super Admin··2 menit baca
Digitalisasi desa tidak harus dimulai dengan sistem yang mahal. Ada langkah sederhana yang bisa dimulai hari ini, dari profil desa di internet hingga pendataan yang rapi.
Super Admin··2 menit baca
Jelajahi peluang kolaborasi
Setiap lingkar terbuka untuk Anda. Pilih jalan yang paling dekat, tim kami akan menyapa dalam 1×24 jam kerja.